REVIEW
MATERI BTOPH
Miracle
Pelajaran
ini dibibicarakan pada tanggal 16 Sepetember 2017, hari pertama pelaksanaan BTOPH
berada di ruang empat gedung jurusan kesmas dengan narasumber bapak Budiaji selaku
dosen jurusan kesmas unsoed yang telah menyelelesaikan S3 nya di luar negri.
Bapak Budiaji ini mengambil tema apa yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa
ketika sekolah di kesma. Dan beliau mengambil judul adalah (MIRACLE) Visi
lulusan kesehatan masyarakat ,Sebagai seorang lulusan sarjana kesehatan
masyarakat denga gelar S.K.M agar kita mampu untuk bertahan dan tidak kalah
saing dengan sarjana lulusan lain. maka menurutnya kita harus memiliki
tiga kompetensi yang dibutuhkan saat
berada di bursa kerja diantaranya yaitu
1. computer
literacy atau IT yang bertujuan bahwa seorang sarjana kesmas harus memiliki
kemampuan menggunakan atau memakai peralatan komputer seperti microsoft
pengolahan data dan lainya
2. critical
system thinking maksudnya adalah bahwa mahasiswa harus berpikir keras dan
kritis supaya dapat terpikirkan dengan matang
3. ability to serve yang bermakna bahwa seorang
lulusan dengan gelar sarjana kesehatan masyarkat harus mampu melayani
masyarakat, karfena memang tuga SKM itu untuk melayani masyarakat secara luas,
dan hal ini berbeda dengan dokter atau tenaga medis lainya.
Seorang
sarjana kesehatan masyarakatjuga harus bisa melayani dan melakukan upaya prefentif
untuk masyarakat, dan tidak lupa seorang sarjana kesehatan masyarakat pula
harus mempunyai sebuah impian supaya apa yang kita cita – citakan jelas dan
terlihat untuk digapai serta kita harus memiliki pemikiran yang positif dan
bersih dari segala pemikiran buruk lainnya. Untuk seorang lulusan sarjana yang
baru saja lulus berikut beberapa petuah yang dapat dilakuan, for first time job
seeker : pertama
1. postive
energy and respect people,
2. output
oriented
3. taat
terhadap aturan dan mampu melaksanakan tugas.
Bapak
Budiaji mengambil judul MIRACLE ini pula tidak sembarang ambil melainkan adalah
sebuah singkatan yaitu M singkatan dari manager sebagai pengelola kesehatan, I
singkatan dari kata inovator sebagai penemu pembaharuan ide, R yaitu reseacher
sebagai peneliti kesehatan, A yaitu aprenticer sebagai seseorang yang memiliki
keterampilan, C singkatan dari communitavian sebagai sarana atau penunjang
komunikasi dengan masyarakat, L singkatan dari leader yaitu sebagai seorang
pemimpin dan terakhir adalah E yaitu singkatan dari educator yang artinya
seorang sarjana kesehatan masyarakat sebagai pembimbing yang mendidik
masyarakat baik dalam bidang kesehatan dan lainnya. Bapak Budiaji juga berpesan
ajar kami sebagai seorang mahasiswa maupun mahasiswi jurusan kesehatan
masyarakat untuk tidak berputus asa terhadap hasil, apalagi SKM akan turun ke
masyarakat d butuh mendapatkan kesabaran yang estra, serta sosialisasi yang
dapat dipahami oleh semua golongan masyarakat. Dapat berkomunikasi dengan
lancar, dan dapat membimbing ke arah yang lebih baik. Kesmas merupakan jurusan
antara ilmu ipa dan sosial, sehingga kita dapat bersosialisasi dengan baik.
PENGMAS
(Pengabdian Masyarakat)
PENGMAS
atau kepanjangan dari pengabdian masyarakat ini disampaikan pada hari sabtu
tanggal 16 September 2017 di ruang empat gedung kesehatan masyarakat setalah
materi miracle. Pemamparan materi di lakukan oleh narasumber yang bernama Mas
Raditya Pradipta seorang lulusan sarjana kesehatan masyarkat universita
jenderal soedirman angakatan 2007 dan juga moderator yang bernama Aditiya
Pratama Ramadanii. Bahwa tema pembahasan ini adalah, pembangunan masyarakat
pada ttingkat pedesaan sesuai dengan viai misi unsoed. kita telah mengetahui
desa binaan yang bekerja sama dnegan jurusan kesehatan masyarakat kita adalah desa
dagndtapa yang berada di kaki gunung Slamet, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Sebelum
menjelajah terlalu jauh, lebih baiknya kita ketahui dulu apa itu pengmas. Pengabdian
masyarakat adalah suatu kegiatan dimana kita sebagai seorang mahasiswa maupun
mahasiswi kesehatan masyarakat harus mampu serta mau untuk memberikan waktu
serta ilmunya untuk membantu serta mengubah keadaan masyarakat atau warga di
daerah kota maupun pedesaan khususnya di bidang kesehatan itu sendiri.
Pengabdian diri pada masyarakat dapat berupa berbagai hal mulai dari tejun
lansung ke tengah –tengah masyarakat atau dapat berupa sebuah orasi atau
penyuluhan yang dapat di lihat nyata bentuk kerja dan haslnya nanti. Berikut
beberapa rangka pemberdayaan masyarakat yang dapat kita lakukan diantaranya
1. penyuluhan
dalam bidang edukasi atau pembelajaran terlebih dahulu
2. melakukan
penyadaran
3. motivasi
masyarakat
dengan
tujuan pemberitahuan masyarakat dan terakhir ada mempercayai diri sendiri.
Beberpaa tahapan dari pelaksanaan pengabdian di masyarakat di anranya pertama
ad persiapan disini kita harus menyiapkan apa saja yanag adkan menjadi bahan
pertimbangan serta pengkajian kita utnuk melakukan pengmas atau pengabdian
masyarkat ini, ke dua ada pengkajian disini kita akan membahs mengenai isu –
isu yang menjadi topik dan perihal mengapa kita harus melakukan pengmas atau
pengabdian pada masyarakat tersebut, ke tiga ada perencanaan di sini akan
dibahas mengenai tata cara melakukan kegiatan pengabdian tersebut, ke empat ada
pelaksanan disini kita akan terjun langsung kepada masyarakat untuk melakukan
pengabdian dan pemanfaatan ilmu – ilmu yang kita miliki tersebut, ke lima ada
monitoring di sini artinya kita akan melakukan peneliaian atau meninjau kembali
apa yang telah kita lakukan untuk pengabdian masyarakat tersebut dan terkahir
ada evaluasi di sini akan melakukan kajain kembali apakah pengabdian kita
berhasil atau tidak untuk masyarakat tersebut yang mana dapat dilihat dari
hasil atau akibat yang ditimbulkan setelah melakukan kegiatan pegabdian
masyarakat tersebut. Masalah – masalah yang sering di hadapkan dari kegiatan
pengabdian masyarakat ini diantaranya adalah pertama belum terintegrasi
kemudian banyak kegiatan lainnya kemudian ego sektoral kemudian partisipasi
pihak ke tiga hal – hal ini lah yang kerap kali membuat pengabdian masyarkat
menjadi susah dan rumit untuk dilakukan. Mas Raditya juga memberikan sarang
kepada kita apabila akan melakukan pengabdian kepada masyarakat diantranya
adalah interaktif atau melakukan diskusi selalu, kemudian modifikasi kesehatan
dan ke tiga adalah kuasiai maslah atau materi yang akan menjadi topik
pembicaraan atau topik yang mendasari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat
tersebut. Mas Raditya dia berpesan untuk melakukan pengmas dengan iklas dan
coba untuk menjadikan pengalaman yang berharga yang akan di lakukan oleh teman
teman pada tanggal 4 agustus 2017.
Advokasi
Materi ketiga yaitu mengenai advokasi, materi
ini disampaikan pada tanggal 17 september 2017 yang dibawakan oleh mas Rizky B
Aritonang selaku mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman yang menjabat sebagai
menteri advokasi dan kesejahteraan mahasiswa Universitas.
Pertama beliau memberikan kita gambaran
menganai apa yang disebut advokasi, advokasi yang kita tahu hanyalah gambaran
umum saja, bahkan ada yang beliau
mengatakan bahwa advokasi adalah media atau cara yang digunakan dalam rangka
mencapbelum mengetahui apa itu advokaso. Kemudian beliau juga menyampaikan
suatu tujuan tertentu dengan menggunakan usaha yang terorganisir dan
sistematis. Dalam perkuliahan, kementrian advokasi ini bergerak untuk
menyejahterakan para mahasiswa. Seperti kasus yang sedah hangat hangatnya seperti
kesanggupan ukt para mahasiswa atau ukt akhir bagi mahasiswa atas. Tidak hanya
ukt, kementrian advokasi juga bekerja dan menerima aspirasi masalah saran
prasarana dan keluh kesah mengenai fasilitas dan lain lain sebagai penunjang
kegiatan perkuliahan. Dalam hai ini advokasi memiliki beberapa tahapan yang
harus secara runtut di jalani, harus memiliki langkah langkah sistematis dan
terarah guna manyampaikan aspirasi kepada birokrat terkait atau pemangku
jabatan. Langkah langkahnya antara lain kajian, lobbiying, audiensi, aksi.
Langkah pertama adalah kajian, kajian yang
dimaksud adalah para penyampai aspirasi harus terlebih dahulu mengkaji kasus
tersebut, mencari landasan teori yang dapat memperkuat kasus tersebut untuk di
tuntaskan kemudian melakukan studi kasus, meneliti lebih lanjut mengenai kasus
ini di berbagai aspek dan sudut pandang serta menganalisis permasalahan
tersebut mengapa permasalahan ini berhak diajukan ke pemangku kebijakan serta
mengapa aspirasi ini harus dikabulkan.
Yang kedua merupakan lobbying, lobbying dapat
diartikan sebagai “merayu” para pemangku kebijakan, memberikan suatu statement
yang dapat meyakinkan para pemangku kebijakan bahwa aspirasi kita berhak di
kabulkan pihak pemangku kebijakan. Langkah ketiga yaitu audiensi, audiensi
dilakukan apabila langkah kedua tidak juga dikabulkan, pada saat audiensi para
orator bukan hanya perwakilan saja, tetapi para orator juga membawa massa atau
pendukung aspirasinya guna mendesak para pemangku kebijakan untuk mengabulkan
permintaan para orator dan massa.
Langkah ketiga adalah aksi, aksi dapat
dilakukan bersamaan dengan audiensi, aksi yang dilakukan adalah aksi damai
tanpa anarkis. Sudah seharusnya para mahasiswa bersikap kritis dan juga
menyampaikan pemikiran kritisnya secara damai dan dapat mencerminkan sebagai
mahasiswa yang berwibawa, bijaksana dan juga beradab. Setelah dijelaskan oleh
mas Rizky B Aritonang, dilanjut oleh kakak kakak sc pj dari hima kbmkm. Disaat
itu, materi dilanjutkan beserta dengan praktikum, kami ditugaskan untuk
menganalisis mengenai KTR. KTR merupakan kependekan dari Kawasan Tanpa Rokok,
di jurusan kesehatan masyarakat sendiri memang sudah terlaksana adanya Kawasan
Tanpa Rokok, kemudian diterapkan lebih lanjut ke wilayah fakultas ilmu ilmu
kesehatan. Kali ini mahasiswa kesehatan masyarakat ingin merealisasikan KTR ini
ke lingkungan kampus Universitas Jenderal Soedirman. Turut mendukung Indonesia
sehat tahun 2030, program ini juga dapat meminimalisir pengguna rokok. Apalagi
ini merupakan daerah kampus dimana civitas akademik terkandung dalam lingkungan
ini, sebagai kaum intelektual bangsa, sudah seharusnya kita menjadi suri
tauladan bagi masyarakat. Dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi untuk
merealisasikan program KTR di unsoed ini, semua elemen masyarakat harus turut
serta mendukung dan juga mempropagandakan program ini, karena indonesia sehat
tercipta dari lingkungan kecil terlebih dahulu seperti misalnya keluarga,
kemudian lingkungan, kemudian instansi pendidikan. Terbayang jika kita sebagai
mahasiswa kesehatan masyarakat apabila terus menerus berdiam diri melihat
kondisi kesehatan indonesia yang semakin memburuk tentu saja bangsa ini tidak
akan terus bergerak maju. Angka harapan hidup di indonesia semakin terus
menurun apabila kita apatis mengenai kondisi kondisi mengenai kesehatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar